Cara Budidaya Ikan Koi Paling Mudah dan Sederhana

Cara Budidaya Ikan Koi – Jika sudah bicara mengenai elemen pendukung untuk membangun rumah minimalis dengan tema alami, kolam ikan koi mungkin lebih cocok diaplikasikan. Selain desain kolam itu sendiri, warna tubuh dan bentuk tubuhnya yang cantik memang terkesan membuat suasana rumah terlihat lebih asri. Apalagi di Jepang dan China sendiri, ikan koi termasuk jenis ikan air tawar yang cukup dihormati dan juga dianggap sebagai ikan yang membawa keberuntungan. Bahkan di Jepang aneka jenis ikan koi bisa hidup bebas yang sudah banyak menghiasi seluruh sungai maupun got di negara tersebut.ikan koi jepang

Ikan koi bukan jenis ikan hias yang murah. Untuk ukuran koi yang berkualitas atau koi super, harga anakannya saja bisa mencapai 100 ribuan per ekor. Disamping faktor harga, kebanyakan masyarakat yang berkeinginan mencoba budidaya ikan koi sendiri sudah pasti juga faktor hobi. Untuk mencoba memulai ternak ikan koi sendiri tentunya cukup mudah yang terpenting setiap penghobi sudah mengetahui beberapa syarat agar usahanya membuahkan hasil. Misalnya sudah mengerti perbedaan kelamin jantan dan betina, menyediakan kolam dan sebagainya. Berikut beberapa syarat dan langkah cara budidaya ikan koi paling mudah dan sederhana yang bisa langsung disimak.

1. Indukan Ikan Koi Berkualitas

indukan ikan koiMungkin seluruh ikan koi sama yakni sama-sama mempunyai warna tubuh cantik. Hanya saja jika sudah bicara mengenai ikan koi asli atau biasanya sering disebut ikan koi super, maka cukup berbeda. Alangkah lebih baik memilih indukan ikan koi yang berkualitas. Baik jantan maupun betina ikan koi harus mempunyai kualitas yang lebih diunggulkan. Indukan jantan dan betina koi yang sudah siap kawin sendiri sudah banyak dijual di beberapa toko ikan koi atau di peternak ikan koi langsung di berbagai daerah. di Indonesia sendiri daerah penghasil ikan koi dengan kualitas yang lebih diunggulkan sendiri berasal dari kota Blitar Jawa Timur. Berikut ciri indukan ikan koi yang berkualitas.

Ciri-Ciri Indukan Koi Yang Berkualitas:

  • Idealnya baik jantan dan betina sendiri sudah mencapai umur 2 tahun.
  • Bentuk tubuh lebih gemuk dan panjang.
  • Gaya renangnya tenang dan seimbang.
  • Ketika di dalam kolam, ia lebih aktif bergerak.
  • Baik ikan koi betina dan jantan berkualitas yang siap kawin, sama-sama mempunyai warna tubuh yang terlihat lebih cerah.

Setelah berhasil menemukan idukan ikan koi yang dirasa lebih berkualitas sendiri, maka setiap penghobi tinggal menyiapkab beberapa persiapan selanjutnya. Indukan jantan dan betina yang baru dibeli sendiri sebaiknya jangan dicampur dulu dalam 1 kolam atau pisahkan dalam 2 kolam yang berbeda. Setidaknya untuk memulai atau mengaplikasikan cara budidaya ikan koi sendiri setidaknya para penghobi sudah menyiapkan 3 kolam dengan fungsi yang berbeda-beda.

2. Pembuatan Kolam Indukan Ikan Koi

Kolam sendiri merupakan bagian penting yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya usaha budidaya. Mungkin banyak jenis kolam yang bisa dipergunakan untuk budidaya ikan koi. Selain menggunakan kolam plesteran, terkadang banyak orang yang membudidayakan ikan koi di kolam terpal, kolam tanah dan bahkan ada yang di aquarium. Hanya saja jenis kolam terbaik yang mana lebih direkomendasikan untuk budidaya koi sendiri ialah kolam beton yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Idealnya kolam koi beton sendiri harus berukuran 3 x 6 meter berkedalaman 60 cm dengan tinggi debit air sekitar 40 cm. Dasar maupun sisi-sisi kolam beton sendiri juga harus diplester agar tidak membuat sisik ikan koi rusak.kolam ikan koi

Titik atau lokasi kolam yang nantinya akan digunakan sebagai tempat hidup dan sekaligus tempat perkawinan indukan koi sendiri sebisa mungkin harus terkena sinar matahari. Jenis ikan apapun yang dipelihara ikan yang dipelihara pada kolam yang terus menerus tersinari oleh matahari cenderung lebih sehat dan tidak gampang terkena penyakit. Keluar dan masuknya air kolam sendiri juga harus dipasang saringan agar anakan ikan koi nantinya tidak hanyut. Kolam ikan koi sudah bisa dimasukkan air sampai dengan ketinggian 40 cm. Untuk mengkondisikan PH air yang pas untuk ikan koi dan untuk menghilangkan zat kimia yang tertempel pada kolam yang baru dibuat, maka air pada kolam harus diendapkan terlebih dulu dalam 1 hari 1 malam. Setelah itu indukan ikan koi jantan dan betina bisa langsung dimasukkan.

Cara Membuat Kakaban Untuk Budidaya Ikan Koi

Kakaban sendiri merupakan media yang tepat untuk menaruh telur-telur yang nantinya akan dilahirkan ikan koi betina. Kakaban bisa langsung dipasang setelah air dan indukan koi sudah dimasukkan ke dalam kolam. Berikut beberapa langkah membuat dan memasang kakaban pada kolam ikan koi.telur ikan koi

  1. Siapkan ijuk dan siapkan beberapa bilah bambu. Setelah itu paku ijuk dan bambu dengan panjang sekitar 120 cm dan lebar 40 cm.
  2. Tata ijuk serapi mungkin lalu jepit dengan bambu dan paku. Jumlah ijuk bisa disesuaikan dengan besarnya induk betina.
  3. Semakin banyak beberapa jumlah kakaban, maka akan jauh lebih baik.
  4. Selain ijuk, untuk tempat meletakkan telur bisa dengan Hydrilla.

3. Tahap Pemijahan Ikan Koi

Setiap ikan koi jantan maupun betina pastinya membutuhkan adaptasi lagi ketika masuk dalam kolam yang dirasa berbeda dari sebelumnya. Untuk itu masukkan betina terlebih dulu ke kolam beton yang baru dibuat selama beberapa hari agar ia terbiasa dengan suasan kolam baru. Setelah itu penghobi bisa langsung memasukkan koi jantan indukan ke dalam kolam. Biasanya proses pemijahan yang dilakukan betina dan jantan sendiri lebih banyak dilakukan pada sore atau malam hari. Ciri-cirinya sendiri ialah betina berenang mengelilingi kolam dan diikuti oleh koi jantan. Berikut cara budidaya ikan koi pada tahap pemijahan:pemijahan ikan koi.jpg

  • Pada sore atau malam hari koi betina akan mengeluarkan telur diikuti dengan pejantan mengeluarkan sperma. Biasanya telur yang telah dibuahi menempel pada kakaban atau tanaman air.
  • Secepat mungkin pisahkan induk dari kolam pemijahan agar telur-telur tidak dimangsa oleh induknya sendiri.
  • Untuk proses penetasan larva dibutuhkan ketelitian yang akurat terhadap suhu air, jika suhu air terlalu dingin, larva akan lama untuk menetas dan telur akan membusuk jika suhu air terlalu panas.
  • Untuk menetaskan telur-telur ikan koi, suhu air harus berkisar 27-30 derajat celcius. Kakaban harus selalu terendam di dalam air agar telur dapat menetas dengan baik.
  • Telur akan menetas kurang lebih selama 2 hari dan jangan langsung memberi makanan pada tahap ini karena larva yang baru menetas masih bisa bertahan selama 3-5 hari.
  • Setelah 5 hari persediaan makanan habis, berikan pakan hidup seperti kutu air yang telah disaring
  • Pemberian kutu air ini bisa diganti dengan cacing sutera ketika ikan koi panjangnya sudah 1,5 cm. Sedangkan pemberian cacing sutra tidak diberikan lagi ketika ikan sudah berumur 3 minggu.

4. Tahap Pembesaran Anakan Ikan Koi

Setelah anakan atau larva ikan koi sudah berumur 3 bulan ukuran panjang tubuhnya bisa sampai 10 – 15 cm. Setelah itu setiap penghobi perlu memikirkan tahap pembesaran atau perawatan yang baik untuk pertumbuhannya agar lebih maksimal. Akan lebih baik memindahkan ikan koi anakan ini ke kolam tanah. Kolam tanah sendiri tentu lebih dianjurkan. Selain lebih menyehatkan karena ikan mendapat unsur hara langsung dari tanah, kolam tanah sendiri tentunya bisa ditumbuhi beberapa pakan alami ikan koi seperti cacing, kutu air dan sebagainya.cara budidaya ikan koi

Selain dari bisa menekan biaya untuk pembelian pakan, kolam tanah sendiri juga lebih mempunyai suhu air yang lebih stabil sehingga setiap penghobi tidak perlu lagi mengkhawatirkannya. Hanya saja kualitas air kolam tanah untuk pembesaran sendiri harus tetap dijaga kualitasnya. Pastikan air yang masuk ke dalam kolam tidak tercemar zat apapun. Kolam tanah untuk membesarkan anakan ikan koi ini sendiri sebaiknya dasar maupun sisinya terpasang jaring agar nantinya akan lebih mudah saat melakukan proses penyortiran.

Sebenarnya banyak cara atau media lain pada saat melakukan proses pemijahan ikan koi jantan dan betina. Jika minim biaya, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan kolam terpal. Dimana sukses atau tidaknya budidaya ikan koi sendiri pada dasaranya pada saat memasuki masa pembesaran anakan yang dilahirkan. Setiap petani bahkan mempunyai banyak versi sendiri pada saat memasuki masa pembesaran anakan ikan koi. Selain menggunakan kolam tanah ada juga yang menggunakan kolam beton. Sudah pasti semua usaha tersebut bertujuan agar anakan ikan koi yang dikembangkan tersebut bagaimana besar cepat besar dan berkualitas. Mungkin cukup sekian pembahasan mengenai cara budidaya ikan koi, semoga bisa sedikit bermanfaat.